STANDARD AUDITING

Posted: Oktober 8, 2010 in Uncategorized

Sumber: http://www.lipi.go.id

STANDARD AUDITING

Standar atau kriteria yang dipergunakan penilaian pernyataan dapat berupa:

  1. peraturan yang berlaku yang ditetapkan oleh lembaga eksekutif dan legislatif, maupun peraturan yang sifatnya internal.
  2. Ukuran atau indikator atas prestasi penggunaan anggaran, tingkat keberhasilan suatu kegiatan/kinerja, dan sebagainya
  3. Prinsip akuntansi maupun non akuntansi yang berlaku umum dan khusus di Indonesia, dan setidak–tidaknya dapat diperbandingkan ditingkat Internasional (misalnya pengujian alat instrumentasi medis, standar)

Standar auditing terdiri dari 10 (sepuluh) standar dibagi dalam 3 kelas yaitu :

  1. Standar Umum :
    • diberlakukan untuk seorang atau tim/kelompok yang memiliki keahlian yang relatif sama indikasinya dari pendidikan yang dijalankan ;
    • pengaturan independensi dalam sikap mental/lebih menekankan pada etika audit.
    • perencanaan dan pelaksanaan;
    • pemahaman atas berbagai sistem, seperti sistem akuntansi,sistem pengendalian intern ;
    • Bukti audit yang diperoleh sebagai dasar harus jelas/obyektif, akurat, komprehensif untuk dapat dipergunakan sebagai dasar penilaian.
    • Laporan sesuai dengan prinsip akuntansi dan non akuntansi yang berlaku ;
    • Laporan memuat suatu pernyataan pendapat mengenai penilaian obyektif terhadap obyek yang diaudit.
  2. Standar pelaksanaan di lapangan: Standar Laporan :

“Standar mengharuskan untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan audit bebas dari salah saji material “
Dari pernyataan ini ada 3 hal penting yaitu

  1. Audit yang dilaksanakan merupakan proses yang terencana,
  2. Audit ditujukan untuk memperoleh keyakinan memadai, bukan absolut sehingga dengan demikian terdapat resiko dalam audit yang dilaksanakan auditor.
  3. Auditor mempergunakan berbagai konsep, seperti materialitas.

“Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam berbagai laporan (keuangan, sarana/ prasarana, kinerja, dan sebagainya)”
“Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi, pemanfaatan, hasil kinerja yang dipergunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan secara keseluruhan “

TIPE AUDITOR

Ada 3 kelompok auditor, yaitu :

  1. Auditor Independen ; adalah auditor professional yang menyediakan jasa kepada masyarakat umum, khususnya dalam bidang audit tertentu, seperti keuangan, pengujian teknologi, standard.
  2. Auditor Pemerintah dan Negara ; ada 2 klasifikasi, yaitu Pertama: Internal Auditor : Auditor profesional yang berada di Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP), di Departemen dan Lembaga/Badan Pemerintah, serta Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA) yang berada di daerah Tingkat I (Propinsi) maupun Tingkat II (Kabupaten, Kota) yang dibentuk oleh Pemerintah dan menyediakan jasa yang independen dan bertanggung jawab pada Presiden, Menteri, Kepala Lembaga/Badan, Gubernur, Bupati dan Walikota.Kedua: Eksternal Auditor, yaitu para auditor profesional yang berada di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) – RI yang dibentuk dengan Undang-Undang. Karenanya posisi BPK sebagai Lembaga Tinggi Negara yang cakupan pemeriksaan yang berkaitan dengan penggunaan keuangan dan atau kekayaan Negara yang dikelola oleh Pemerintah, Badan Usaha (Pemerintah maupun Swasta), dan melaporkan pada DPR.
  3. Auditor Intern : adalah para auditor yang bekerja dan dibentuk oleh Perusahaan baik Perusahaan Pemerintah (Bank, BUMN/D, Perum/Perjan) dan Swasta yang bertanggung jawab pada Perusahaan..

RANCANGAN PROGRAM AUDITING DAN PENDEKATAN

TIPE AUDIT

Pada umumnya di kelompokan pada 4 kelas, yaitu :

  1. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement audit), audit terhadap laporan keuangan dan menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.
  2. Audit Kepatuhan (Compliance audit), yang bertujuan untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan perundang-undangan/peraturan/kebijakan yang ditetapkan.
  3. Audit Operasional/Kinerja (Operational audit), yang bertujuan mereview secara sistematik program/kegiatan suatu organisasi (Pemerintah: Departemen, Badan/Lembaga, Pemda. BUMN/D, Swasta, Perguruan Tinggi). Cakupan audit : (c-1) Kinerja ; (c-2) Mengidentifikasi tantangan dan peluang ; (c-3) Membuat Rekomendasi untuk perbaikan manajemen dan kinerja.
  4. Audit Khusus (Investigasi audit), yang bertujuan pendalamaan dari suatu laporan, dikarenakan laporan/pengaduan dari masyarakat maupun dari staf/karyawan organisasi/perusahaan, atau karena terjadi penyimpangan/atau hal-hal khusus yang kejadiannya berlangsung dalam kurun waktu tidak terbatas (misalnya kejadian pada 5 atau 2 tahun yang lalu), atau dari hasil audit yang perlu untuk didalami.

PERENCANAAN AUDIT

Perencanaan audit, dimulai dengan pengumpulan data dan analisis (audit buril) tujuannya untuk menentukan dan mengidentifikasi dugaan awal serta untuk menentukan tipe audit dan atau pendekatan/metode yang dipergunakan dan menentukan dugaan sementara atau masalah yang sementara teridentifikasi, kemudian menentukan rancangan cakupan kegiatan audit kemudian mendistribusikan pada para anggota Tim, dengan disertai target kegiatan setiap anggota maupun dari segi waktu.

6 Tahap untuk merumuskan perencanaan audit yaitu:

  1. Memahami program/kegiatan atau kompetensi/produk utama unit/perusahaan/dan sebagainya,
  2. Menentukan prosedur analitik,
  3. Mempertimbangkan risiko bawahan,
  4. Mempertimbangkan tingkat kemampuan/kondisi sarana prasarana/materials,
  5. Mengembangkan strategi audit awal,
  6. Memahami pengendalian intern

PROSEDURE AUDIT

Prosedur audit memperlengkap dan memperkuat perencanaan audit seperti pada butir 3-2. dan meliputi :

  1. Inspeksi,
  2. Observation,
  3. Permintaan keterangan (enquiry),
  4. konfirmasi,
  5. Penelusuran (tracking),
  6. pemeriksaan bukti pendukung,
  7. analisis,
  8. scanning,
  9. reperforming,
  10. computer–assisted audit techniques

SISTEM PENGENDALIAN INTERN

  1. Memahami beberapa konsep dasar pengendalian.
    Pengendalian Intern merupakan suatu rangkaian tindakan yang bersifat pervasive dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pengendalian Intern bukan hanya terdiri dari pedoman kebijakan dan prosedur, bukan hanya tambahan dari infrastruktur unit
  2. Unsur pengendalian intern :
    • Lingkungan pengendalian ;
    • Penaksiran risiko, misalnya perubahan standard akuntansi, hukum & peraturan baru, perubahan yang berkaitan dengan revisi sistem dan teknologi baru yang digunakan untuk pengolahan informasi, dan sebagainya ;
    • Informasi dan komunikasi ;
    • Aktivitas pengendalian ; dan
    • Pemantauan.
    • Pengendalian pengolahan informasi (pengendalian umum; pengendalian aplikasi, dan sebagainya);
    • Review atas kinerja;
    • Pengendalian fisik atas kekayaan.
  3. Aktivitas pengendalian;

PENGUJIAN PENGENDALIAN

2 macam menguji kepatuhan pengendalian intern yaitu;

  1. kepatuhan terhadap pengendalian intern (misalnya pengujian transaksi dengan cara mengikuti pelaksanaan traksi tertentu);
  2. tingkat kepatuhan terhadap pengendalian intern.

KEGIATAN AUDIT DAN TEKNIK LAPORAN

Penaksiran risiko dan desain pengujian

Penaksiran ini adalah proses evaluasi efektivitas desain dan operasi pengendalian intern setiap intensitas/unit/perusahaan/dsb dalam pencegahan atau pendeteksian salah saji material, misalnya dalam laporan keuangan, kinerja.

Sampling untuk pengujian pengendalian
Ada 4 cara yaitu:

  1. “sensus “ atau pengambilan sample 100,
  2. judgment sampling,
  3. representative sampling,
  4. statistical sampling (ada 3 attribute sampling models: fixed sample size attribute sampling; discovery sampling; stop or go sampling

Kertas Kerja (salah satu bagian dari laporan)

Kertas kerja adalah catatan-catatan yang dilakukan auditor mengenai prosedur dan pengujian audit yang dilakukan, data/informasi temuan yang diperoleh, dan simpulan sementara
Kertas kerja biasanya berisi antara lain;

  1. telah dilaksanakannya standard pelaksanaan kegiatan audit tahap pertama yaitu berupa pemeriksaan yang dilaksanakan berikut supervise;
  2. telah dilaksanakan standard pelaksanaan kegiatan audit tahap kedua yaitu pemahaman yang memadai atas pengendalian intern, serta menentukan sifat, waktu dan lingkup pengujian;
  3. telah dilaksanakan standard pelaksanaan audit tahap ketiga yaitu berupa bukti audit, prosedur audit telah diterapkan, pengujian yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.

Laporan hasil Pemeriksaan

Laporan memuat abstraksi dari kertas kerja yang siap untuk dipublikasikan sesuai dengan peraturan yang berlaku atau sesuai dengan kebijakan intern unit/perusahaan/dan sebagainya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s