DEPRESIASI

Posted: Maret 12, 2011 in Uncategorized

 

Akuntansi Internasional

 

Nama : Muhamad Ramdani
NPM : 21207276
Kelas : 4 EB06
Dosen : Masodah. Dr


 

Depresiasi

 

Depresiasi

Adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.

Depresiasi didasarkan pada 3 faktor :

  1. harga perolehan : biaya yang dikeluarkan sampai aktiva siap digunakan

  2. nilai sisa : jumlah yang akan diterima pada saat aktiva itu dijual atau ditarik dari penggunaannya

  3. masa manfaat : jangka waktu pemakaian aktiva yang diharapkan oleh perusahaan.

  1. factor fisik contoh : kerusakan
  2. factor ekonomi

1.ketidaklayakan : apabila suatu aktiva tidak berguna lagi bagi perusahaan tertentu karena permintaan akan produk perusahaan itu telah meningkat.

2. penggantian, penggantian suatu aktiva dengan aktiva lainnya yang lebih efisien.

 

Metode depresiasi

    1. metode garis lurus (straight line method)

berdasarkan metode ini bagian yang sama dari harga perolehan aktiva (diatas nilai sisanya) dialokasikan ketiap periode yang menggunakannya. Biaya depresiasi perperiode dinyatakan sebagai :

harga perolehan – nilai sisa

taksiran umur manfaat

contoh

Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19×1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi

biaya depresiasi = 13.000.000 – 1.000.000 / 5 : 2.400.000

table depresiasi

Tahun Jml terdepresiasi Tariff Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi Nilai buku

19×1

19×2

19×3

19×4

19×5

12.000.000

12.000.000

12.000.000

12.000.000

12.000.000

20%

20%

20%

20%

20%

2.400.000

2.400.000

2.400.000

2.400.000

2.400.000

2.400.000

4.800.000

7.200.000

9.600.000

12.000.000

10.600.000

8.200.000

5.800.000

3.400.000

1.000.000

Hitunglah

  1. tariff depresiasi
  2. depresiasi pertahun
  3. nilai buku setelah 5 tahun

dari suatu aktiva yang berharga Rp. 10.000.000 yang dibeli tanggal 5 Januari. Setelah akhir umur manfaatnya selama 10 tahun nilai sisa Rp. 2.000.000.

  1. tariff depresiasi : 100% / umur taksiran

: 100% / 10 : 10%

  1. depresiasi : (harga perolehan – nilai sisa) x tariff depresiasi/tahun

: 10.000.000 – 2.000.000 x 0,1

: 800.000/ tahun

  1. nilai buku

depresiasi selama 5 tahun : 800.000 x 5 = Rp. 4.000.000

nilai buku : harga perolehan – akumulasi depresiasi

: 10.000.000 – 4.000.000

: 6.000.000

2. metode unit produksi (unit of production method)

Depresiasi dihitung berdasarkan pada unit output atau unit produksinya missal jam, kg

depresiasi = depresiasi perunit x pemakaian

 

depresiasi = harga perolehan – nilai sisa x pemakaian

umur taksiran (dalam unit)

contoh

Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19×1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat (100.000 km), tentukan depresiasinya missal tahun 19×1 truk dipakai 15.000 km, 19×2 30.000 km, 19×3 20.000 km, 19×4 25.000 km, 19×5 10.000 km

biaya depresiasi persatuan : 13.000.000 – 1.000.000 / 100.000 : 120

Tahun Satuan kegiatan Depresiasi / satuan Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi Nilai buku

19×1

19×2

19×3

19×4

19×5

15.000

30.000

20.000

25.000

10.000

120

120

120

120

120

1.800.000

3.600.000

2.400.000

3.000.000

1.200.000

1.800.000

5.400.000

7.800.000

10.800.000

12.000.000

11.200.000

7.600.000

5.200.000

2.200.000

1.000.000

Contoh :

PT Elok membeli mobil bekas seharga Rp. 600.000 dan mengeluarkan Rp. 150.000 sebagai biaya reparasi, berapa depresiasinya dan nilai buku pada akhir tahun kedua jika mobil tersebut mempunyai nilai sisa Rp. 150.000 dan taksiran umur manfaat 85.000 km lagi, pada tahun pertama mobil dipakai sejauh 12.000 kmdan tahun ke dua menempuh 14.000 km

depresiasi perunit : 750.000 – 150.000 / 85.000 km

: Rp 7 / km

Depresiasi th 1 : 7 x 12.000 : 84.000

th 2 : 7 x 14.000 : 98.000

akumulasi depresiasi : 84.000 + 98.000 = 182.000

nilai buku akhir tahun kedua : 750.000 – 182.000 = 568.000

3. metode saldo menurun ganda (double declining method)

Dalam menghitung depresiasi dengan metode ini tidak diakui adanya nilai sisa. Berdasar metode ini tariff depresiasi garis lurus tanpa nilai sisa dikalikan dua dan dipakai untuk menentukan depresiasi saldo menrun ganda dengan cara mengalikan tariff yang telah dikalikan dua tersebut dengan nilai buku aktiva pada tiap awal periode

nilai buku awal tahun x tariff depresiasi = biaya depresiasi

tariff depresiasi = 100% x 2

taksiran umur manfaat

contoh :

Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19×1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi

 

biaya depresiasi : 13.000.000 x 40% : 5.200.000

Tahun Jml terdepresiasi Tariff Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi Nilai buku

19×1

19×2

19×3

19×4

19×5

13.000.000

7.800.000

4.680.000

2.808.000

1.685.000

40%

40%

40%

40%

40%

5.200.000

3.120.000

1.872.000

1.123.000

685.000

5.200.000

8.320.000

10.192.000

11.315.000

12.000.000

7.800.000

4.680.000

2.808.000

1.685.000

1.000.000

Jika suatu aktiva mempunyai nilai sisa maka depresiasi untuk tahun terakhir dihitung sbb :

Depresiasi : Nilai buku awal tahun terakhir – nilai sisa

: 1.685.000 – 1.000.000 : 685.000

4. metode jumlah angka tahun (sum of year)

Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebur. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.

harga perolehan – nilai sisa x pecahan angka tahun = biaya depresiasi

contoh :

Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19×1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi

Tahun Jml terdepresiasi Tariff Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi Nilai buku

19×1

19×2

19×3

19×4

19×5

12.000.000

12.000.000

12.000.000

12.000.000

12.000.000

5/15

4/15

3/15

2/15

1/15

4.000.000

3.200.000

2.400.000

1.600.000

800.000

4.000.000

7.200.000

9.600.000

11.200.000

12.000.000

9.000.000

5.800.000

2.400.000

1.800.000

1.000.000

Untuk aktiva yang memiliki taksiran umur manfaat lama formulanya :

S : N (N+1)/2

S : jumlah angka tahun

N : umur manfaat

Contoh :

Sebuah mesin dibeli oleh PT Texmaco, berapa depresiasinya untuk 2 tahun pertama jika mesin punya nilai sisa 192.000 dan taksiran umur manfaat 25 tahun, harga mesin tersebut 1.350.000

Jawab

S : 25 (25+1) / 2 : 325

Jumlah terdepresiasi : 1.350.000 – 192.000 : 1.158.000

Depresiasi : jumlah terdepresiasi x angka pecahan

Th 1 : 1.158.000 x 25/325 : 89.077

2 : 1.158.000 x 24/325 : 85.513

 

 

Sumber: Rohmadyulianto@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s